Minggu, 23 Agustus 2015

No Bra Day : Penggunaan Bra Menyebabkan Kanker Payudara Tak Sepenuhnya Benar

Hri ini 13 Oktober, digaungkan oleh bermacam macam khalayak sbg No Bra Day. Suatu hri di mana baju dalam perempuan, bra, tak diwajibkan dikenakan, sbg aktivitas memperingati bln kanker payudara. Benarkah mengenakan bra akan menyebabkan kanker payudara?

Bra Day sekian banyak thn belakangan ini dikenali sbg hri buat mempermudah meningkatkan kewaspadaan kepada kanker payudara yg diperingati tatkala sebulan penuh di bln Oktober. Terkecuali dari pita merah gampang & “memerahmudakan” segala sesuatu di bln Oktober, aktivitas No Bra Day ini semakin ternama digaung-gaungkan didunia maya lewat sosial alat.

No Bra Day : Penggunaan Bra Menyebabkan Kanker Payudara Tak Sepenuhnya Benar
No Bra Day : Penggunaan Bra Menyebabkan Kanker Payudara Tak Sepenuhnya Benar


Tak didapati siapa yg mencetuskannya perdana kali & macam mana jadi menyebar, gerakan yg menggandeng perempuan utk tak menggunakan bra tatkala satu hri penuh ini sepertinya dimaksudkan utk mengingatkan perempuan utk sadar kepada kesehatan payudaranya & ancaman bahaya kanker. Tidak Cuma itu, kelihatannya aktivitas ini serta muncul dari adanya ‘kepercayaan’ bahwa penggunaan bra bisa menyebabkan kanker payudara.

Apakah elemen ini benar?

‘Mitos’ yg beredar merupakan bahwa penggunaan bra sepanjang hri akan mengganggu aliran getah bening dari payudara ke kelenjar getah bening terdekat (daerah ketiak) maka mampu menyebabkan penumpukan racun di dalam jaringan payudara & meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara.

Suatu penelitian kepada thn 1991 memberikan rangkuman bahwa wanita-wanita yg tak memakai bra mempunyai risiko terkena kanker payudara lebih rendah dari terhadap perempuan yg menggunakan bra.

Sebenarnya yg dimaksudkan dalam penelitian tersebut bukan ditekankan terhadap penggunaan bra tetapi terhadap kepadatan payudara & obesitas. Perempuan bersama obesitas & payudara yg lebih padat memang lah mempunyai risiko lebih tinggi buat mengalami kanker payudara.

Sesudah penelitian ini dipublikasi, makin beredarlah kabar bahwa penggunaan bra sanggup menyebabkan kanker payudara. Bahkan info yg beredar tersebut makin tidak sedikit ‘dibumbui’ oleh informasi-informasi penambahan yg tak terang sumbernya & pun diubah-ubah jadi melenceng jauh dari fakta.

Suatu penelitian terupdate yg melibatkan lebih kurang 1500 perempuan menyebut factor yg sebaliknya. Penelitian ini menunjukkan bahwa kanker payudara tak berhubungan bersama beragam tradisi penggunaan bra. Baik ukuran bra, pemakaian bra bersama kawat atau tak, kapan satu orang perempuan mulai sejak memanfaatkan bra, & berapa hri dalam seminggu atau berapa jam dalam sehari satu orang perempuan memanfaatkan bra tak berhubungan bersama risiko terjadinya kanker payudara.

Sebelum penelitian ini dipublikasi, tim dokter di American Cancer Society serta bahkan melaksanakan penelitian terhadap data dari National Cancer institute berkaitan risiko terjadinya kanker payudara terhadap perempuan yg mengalami operasi pengangkatan jaringan kelenjar getah bening di daerah dikala sebab kanker kulit dgn perempuan yg terus mempunyai kelenjar getah bening. Pengangkatan kelenjar getah bening mampu menyebabkan gangguan aliran getah bening dari payudara. Akhirnya ditemukan bahwa kejadian kanker payudara tak meningkat kepada perempuan yg aliran getah beningnya macet. Maka kesimpulannya yakni bahwa penggunaan bra, yg sebenarnya amat sedikit sekali mempengaruhi aliran getah bening bahkan kemungkinan sama sekali tak mempengaruhi, tak menyebabkan peningkatan risiko terjadinya kanker payudara.

Menjadi, jangan sampai khawatir utk memanfaatkan bra! Tetapi, walaupun kita tak butuh lagi khawatir seandainya penggunaan bra akan menyebabkan kanker payudara, pastikanlah kita seluruh konsisten waspada kepada penyakit ini :

1. Ketahuilah faktor-faktor risiko kanker payudara. Termasuk Juga risiko Kamu atau risiko wanita-wanita di SekitarAnda.

2. Ketahuilah faktor-faktor risiko yg akan Kamu edit & terapkanlah pola hidup sehat.

3. Teratur mengecek payudara sendiri (SADARI).

Teratur memeriksakan kesehatan payudara ke dokter buat sensor klinis atau sensor penunjang (medical check-up).

Thanks you for reading my writing, you need to know that this is one of the blogs that I manage alone. Please do not use AdBlock for me to stay alive by writing blogs as you read.


EmoticonEmoticon